Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Perihal Orang Miskin yang Bahagia

Saya layak acungi jempol untuk cerpen bung Agus Noor. Walaupun bahasanya terlalu datar, tapi bisa membuat hati terbahak membaca keluguan dan kelucuan tokoh si miskin. Pesan moral yang dibenamkan sangat kuat dan mendetail. Saya jadi lebih tahu tentang fenomena fiktif orang miskin yang bahagia. Kebayakan orang miskin pasti tertekan mentalnya karena beban ekonomi dan finansial. Dalam cerpen ini saya membaca si miskin malah bangga dengan statusnya sebagai kaum papa. Menarik untuk di cermati dan ini penemuan baru, jika dalam kehidupan nyata ada orang miskin yang berbangga hati tentang statusnya. Saya masih bingung tentang pelaku ‘saya’ dalam cerpen, orang yang melihat keseharian si miskin nampaknya pribadi yang berada/mampu ya? Perihal Orang Miskin yang Bahagia 1. “AKU   sudah resmi jadi orang miskin,” katanya, sambil memperlihatkan Kartu Tanda Miskin, yang baru diperolehnya dari kelurahan. “Lega rasanya, karena setelah bertahun-tahun hidup miskin, akhirnya mendapat pengakuan ...

Monarch

Cerita ini adalah gubahan-gubahan dari penulis kesukaannku.  Aku lama tidak kembali ke kota ini. Hampir dua puluh tahun. Perjalanan yang melelahkan. Mengelilingi separuh dunia hanya untuk melupakan. Hari ini aku pulang. Berusaha mengenang semua jejak kaki. Semoga masih ada yang tersisa. Semoga masih ada yang kukenali. Dengan semua kenangan itu, bukan keputusan mudah untuk kembali. Seperti menoreh kembali luka yang sudah mengering. Menyakitkan. Tapi ibarat seekor bangau yang terbang jauh, aku harus kembali jua ke kota ini. Rindu. Tak mengapa mengenang sedikit luka itu. Aku berdiri takjim di pemakaman kota.  Menatap sekitar. Sepagi ini pemakaman kota terlihat begitu indah. Dipenuhi hiasan bunga. Merah. Kuning. Putih. Bertebaran. Bebungaan yang disampirkan di nisan-nisan besar. Bebungaan melilit kayu yang dipasang silang-menyilang. Bebungaan di air mancur tengah pemakaman. Bebungaan di patung yang banyak berserak. Sungguh pekuburan berubah menjadi taman bunga. Nuansa bur...