Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Kepada Tuan yang Sering Merasa Kesepian

Kepada Tuan yang sering merasa kesepian, maaf jika kamu menganggap tulisan ini terlalu lancang, terlalu berlebihan. ini hanya tentang aku yang tiba-tiba memikirkan kamu. Tuan, aku tak tau pasti ada badai sedahsyat apa dikepalamu, tapi aku tau ada yang sangat berantakan disana. kamu kerap kali tiba-tiba ( tanpa sadar ) mengeluhkan tentang hatimu yang begitu kesepian, tentang kamu yang begitu jenuh pada kehidupan. Tuan, sebab aku bukan gadis yang mempunyai kemampuan membaca pikiran, maka maaf jika aku begitu tidak suka saat kamu mengeluhkan tentang hidupmu yang menurutmu menjenuhkan. Sebab, aku hanya tidak tahu ada perang semacam apa di dirimu hingga membuatmu begitu lelah terhadap apa-apa yang ada di dalamnya. begini Tuan, jika kamu menganggap hidupmu se-melelahkan itu, coba tengok orang-orang yang setiap hari berjuang dijalanan, mengangkut barang jualannya di pundak, mendorong gerobak yang kita tidak tahu ada beban seberat apa disana. yang harus tetap berjuang ent...

Sebuah Toples

Harusnya aku memasukkan bola tenis paling dulu. Penyesalan yang sekarang terus menggerogoti masa tuaku. Aku malu tak punya bola tenis, tak punya kelereng seperti orang-orang itu. Seandainya waktu bisa aku putar. Kenapa tidak pernah kumiliki bola tenis dan kelereng-kelereng yang berwarna-warni ke dalam toplesku. Kenapa aku hanya mengisi toplesku dengan pasir pantai hingga 90% penuh. Itu pun bukan pasir pantai yang indah, melainkan pasir pantai yang hitam bercampur air kopi di dalam toples. Ruang di toplesku tinggal sisa 5% yang kusesel-seseli bola tenis tetap saja tidak bisa masuk sepenuhnya ke dalam toples, karena sudah penuh dengan pasir pantai dan tergenang air kopi. Aku membutuhkan bola tenis, aku ingin bola tenis ada dalam toplesku dan aku juga ingin memiliki kelereng di dalam topleskku. Hatiku sakit dicabik-cabik penyesalanku sendiri, tubuhku sakit dicambukki kekawatiran, penyesalan, hidupkku tidak pernah tenang. Topleskku penuh pasir pantai bercampur kopi. *** Kuisi penu...