Bagiku Reza Irfan adalah impian yang ingin aku raih. Refan demikian panggilannya. Dia adalah insan yang terlahir dengan paras rupa yang terlalu istimewa, wajar jika setiap wanita jatuh hati kepadanya. Aku pun merasa demikian. Aku masih merenung kearah Si Ganteng Refan ketika Kuntilanak Kesiangan bernama Rima datang mengusik lamunanku. Walaupun hati kecilku menolak, aku harus rela makan siangku ditemani oleh rekan sekantorku yang tidak pernah mau berhenti berbicara itu. Seperti julukkannya, Rima mulai berkata yang bukan-bukan tentang Refan, saat ia menyadari keberadaan pujaan hatiku itu disalah satu sudut CafĂ© Cinta. “Rin, aku heran banget deh sama Refan, segitu kerennya kok masih single-mingle aja ya?” Usik Rima kepadaku. “Mungkin dia belum nemuin cewek idamannya kali!” Kataku sekenanya saja. “Kurang cantik apanya sih aku ini, Rin? Lagian cewek di kantor kita, sudah banyak banget lho yang direject sama dia. Kalo aku rasa sih, Refan itu udah mati ras...