Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Embun Pagi

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup Kau hadir dengan ketiadaan  Sederhana dalam ketidak mengertian Gerakmu tiada pasti Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama namun terasa ada Ajari aku, Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi. Andai kau sadar arti pelitamu Andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu Tak akan kau sayatkan luka demi menggarisi jarakmu dengan aku Mencecapmu lewat mimpi Terjauh yang sanggup kujalani Meski hanya satu malam dari ribuan malam Sekejap bersamamu menjadi tujuan hidupku Selepas kelopak mata membatasi aku dan engkau Setiap napas mendekatkan sekaligus menjauhkan kita Engkau membuatku putus asa dan mencinta pada saat yang sama Bagi yang menyulap semestaku ini  Hanya singgah untuk musnah Tersihir, tersiksa, tersia-sia Di antara angkara Dua ku...