Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup
Kau hadir dengan ketiadaan
Sederhana dalam ketidak mengertian
Gerakmu tiada pasti
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang
menuju tempat tak bernama namun terasa ada
Ajari aku,
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi.
Andai kau sadar arti pelitamu
Andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu
Tak akan kau sayatkan luka demi menggarisi jarakmu dengan aku
Mencecapmu lewat mimpi
Terjauh yang sanggup kujalani
Meski hanya satu malam dari ribuan malam
Sekejap bersamamu menjadi tujuan hidupku
Selepas kelopak mata membatasi aku dan engkau
Setiap napas mendekatkan sekaligus menjauhkan kita
Engkau membuatku putus asa dan mencinta pada saat yang sama
Bagi yang menyulap semestaku ini
Hanya singgah untuk musnah
Tersihir, tersiksa, tersia-sia
Di antara angkara
Dua kutub yang berbeda
Kita meregang
Tak berkesudahan
Sejauh apapun garis waktu engkau tempuh
Hadirku selalu di balik matamu
Seluas apapun ruang yang engkau rengkuh
Cintaku selalu di luar sadarmu
Meniadakan kita berduaa
Adalah satu-satunya cara kita bisa bersama
Penggalan-penggalan pengantar Dee Lestari dalam Inteligensi Embun Pagi untuk kita yang sepakat dengan rahasia.
Komentar
Posting Komentar