Seperti pertama kali menyusuri jalan yang indah, jembatan memotong sungai dengan air mengalir deras yang jernih, pepohonan ditumbuhi bunga-bunga warna warni, rerumputan bergoyang dihembus semilir angin, dan hijau kemuning petak-petak sawah dari kejauhan. Kamu akan
terpaku sama pemandangan sekitarnya.. pernahkah km menyadari sesuatu? ketika km
sudah terbiasa dan setiap hari melalui jalan itu, bukan lagi pemandangan indah yang menyita
perhatianmu, yang km ingat adalah letak lubang di jalan itu. Sekarang kamu sudah menghafal letaknya lubang2 dijalanan itu tapi tetap saja setiap kamu lewat, kamu selalu memperhatikan lubang2 itu lagi. Bahkan kamu menanti untuk melihat lubang itu lagi dan memastikan
kendaraanmu tidak mengenainya.
Apa kamu ingat dengan rasa kagum mu saat pertama kali melalui
jalan itu? Aku rasa cukup dengan kata “biasa.”
Seperti itu kah manusia saat menjalani sebuah hubungan..?
Love at first sight aku rasa hanya untuk satu bulan. Selebihnya aku tak percaya
bahwa hanya karna alasan keindahan sebuah hubungan dapat bertahan. Kita perlu
banyak belajar satu sama lain. Bahwa dalam perjalanan itu ada sebuah tujuan.
Lubang-lubang yang dapat membuatmu terjatuh mulai kamu perlajari. Ku ingatkan..
Pemandangan yang indah bukan rangkaian perjalananmu, kamu bisa memperlambat
kecepatanmu untuk menikmatinya ketika jenuh, tapi hanya untuk sesaat. kamu
harus tetap fokus! Karena selain lubang-lubang di jalan juga ada pengendara lain dibelakangmu yang sedang
tergesa-gesa. Dan lihat ke depan, dari arah berlawanan pengendara lain memenuhi
jalanan.
25 Maret 2013
Komentar
Posting Komentar