Kepada
Tuan yang sering merasa kesepian,
maaf
jika kamu menganggap tulisan ini terlalu lancang, terlalu berlebihan.
ini
hanya tentang aku yang tiba-tiba memikirkan kamu. Tuan, aku tak tau pasti ada
badai sedahsyat apa dikepalamu, tapi aku tau ada yang sangat berantakan disana.
kamu kerap kali tiba-tiba ( tanpa sadar ) mengeluhkan tentang hatimu yang
begitu kesepian, tentang kamu yang begitu jenuh pada kehidupan.
Tuan,
sebab aku bukan gadis yang mempunyai kemampuan membaca pikiran, maka maaf jika
aku begitu tidak suka saat kamu mengeluhkan tentang hidupmu yang menurutmu
menjenuhkan.
Sebab,
aku hanya tidak tahu ada perang semacam apa di dirimu hingga membuatmu begitu
lelah terhadap apa-apa yang ada di dalamnya.
begini
Tuan, jika kamu menganggap hidupmu se-melelahkan itu, coba tengok orang-orang
yang setiap hari berjuang dijalanan, mengangkut barang jualannya di pundak,
mendorong gerobak yang kita tidak tahu ada beban seberat apa disana. yang harus
tetap berjuang entah saat panas seterik apa atau hujan sederas apa.
jika
kamu merasa hidupmu sesepi yang sering kamu keluhkan, coba Tuan lihat anak-anak
yatim piatu yang tidak mengenal orang tuanya dari mereka mulai mengenal dunia,
coba ingat para lansia di panti jompo yang menua tanpa anak-cucu mendampingi
mereka.
jika
kamu merasa hidupmu menjemukan, ah Tuan.. sepertinya terlalu banyak hadiah dari
Tuhan yang terlalu kamu kesampingkan.
bukan
Tuan, aku bukan sedang mengajari-mu tentang kehidupan. tentu kamu pasti lebih
pandai, tentu kamu pasti lebih banyak ilmunya dari pada aku.
aku
hanya ingin mengingatkanmu Tuan, bahwa Tuhan begitu mencintaimu. Terhadap apa
-apa yang sudah kamu gapai sekarang, terhadap yang sudah kamu perjuangkan lalu
akhirnya kamu menangkan. lihatlah, Tuhan begitu mencitaimu sehingga
menempatkanmu pada posisimu yang sekarang.
tapi
Tuan, sungguh, aku paham betul kamu hanya manusia biasa, yang hatinya bisa luka
kapan saja. entah apapun yang terjadi, entah apapun yang kamu alami. kepada
kamu, Tuan yang begitu aku sayang, saat kamu merasa begitu sepi, saat jenuh
terlalu menguasai, tolong ingat kamu selalu punya aku, gadis yang begitu
mencintaimu, gadis yang hatinya ikut sedih saat kamu merasa sepi.
Tuan,
kamu boleh ( pura-pura ) terlihat baik-baik saja dihadapan setiap orang,
terlihat bahagia tanpa beban, terlihat menjadi laki-laki paling kuat, paling
bersemangat. tapi Tuan, silahkan berhentilah berpura-pura saat bersamaku.
jadilah dirimu sendiri, tuangkan saja sedihmu di pelukku. sebab aku, adalah
yang paling paham terhadap lukamu.
jadi,
berhentilah memintaku untuk pergi dan membiarkanmu sendiri.
sebab
aku tidak pernah bisa untuk tidak perduli terhadapmu. sebab aku tidak pernah
bisa untuk mengabaikan sedihmu, sebab aku tidak pernah bisa mendiamkan lukamu,
sebab aku tidak pernah bisa membiarkanmu melewati segalanya sendirian, tanpa
aku.
wahai
Tuan yang saat menunjukan lukanya membuatku menjadi gadis yang paling perih
hatinya, aku mungkin tak selalu bisa membuatmu bahagia, aku mungkin tak selalu
bisa membuatmu merasa hatimu dipenuhi bunga-bunga, aku mungkin tak selalu bisa
membuatmu merasa hidupmu begitu istimewa. tapi, tolong izinkan aku menjadi
gadis yang menemanimu bagaimanapun keadaannya, bagaimanapun susahnya,
bagaimanapun pedihnya.
jika
begitu banyak luka dihatimu, menangislah. aku akan tetap setia menjadi kain
kering yang menghapus setiap tetes airmata. saat kamu merasa hidupmu terlalu
lelah, istirahatlah. pundakku, akan selalu ada untuk menjadi rumah. aku, akan
selalu setia untuk mendengar setiap keluh kesah, setiap resah, setiap apa saja
yang berkecamuk di kepala.
tapi
berjanjilah, setelah apa saja yang sudah kau luapkan dalam tangisan,
kembalilah. semangatlah lagi, jalani hidupmu dan bersyukur terhadap apa-apa
yang terjadi sekarang dan yang akan tejadi kemudian. sebab Tuan, perlu kamu
tau,betapa Tuhan begitu menyayangimu melalui aku.
berbahagialah
Tuan, sebab aku adalah gadis yang tak pernah bosan mendoakan segala kebaikan
untukmu. mendoakan kebahagiaan selalu menyertaimu.
tertanda
aku,
gadis
yang semoga-nya masih selalu tentang kamu.
Komentar
Posting Komentar