Penghujan Kini Hilang
Semoga Kemarau tak akan panjang
Takdir begitu mahir mempertemukan tanpa khawatir
Ia telusuri setapak tahun-tahun yang lalu sambil berserah,
pasrah.
Disini cerita cinta masih terpuruk
Hati Dua Burung Merpati Remuk
Karena Rindu
Ia nyanyikan haru sakitnya
Yang terbiasa dengan air mata terjatuh
Ia bentangkan sayapnya, dalam gumpal awan langit biru
Bersama angin yg menghembus
Agar Dewi cinta melihat
Dalam sinaran matahari yang sama
Tapi dalam tempat yang berbeda
Ia dan ia saling merasa terpuruk
Karena ia, dilingkaran derita cinta
Tapi ia tidak menyesal
Karena menyesal adalah omong kosong
Ia menyelipkan tubuh pada rumput ilalang
Untuk mencari kehangatan
Karena hatinya yang dingin kini tercelup dalam kesedihan
Ia berlari dan terus berlari
Untuk menemukan
Yang sedang terlelap dalam dusta cinta
Di langit biru
Ia hanya berbisik dalam hati
Maafkan Ia
Yang telah bersandiwara
Di ufuk barat
Ia melihat dan mendengar tangisnya
Di ufuk barat
Ia dan ia membeku
Komentar
Posting Komentar